Minggu, 11 Desember 2011

BAHAYA MUNAFIK

Pembaca yang di rahmati oleh ALLAH TA'ALLA,kita sadar bahwa kaum muslimin yang konsisten dalam menjalankan agamanya pasti akan mendapatkan tantangan dan musuh dalam dakwah
Di antara musuh-musuh tersebut adalah orang-orang kafir yang terang-terangan menampakkan permusuhannya terhadap islam.Walaupun begitu,ternyata ada musuh yang lebih berbahaya dari pada kaum kuffar di atas.Mereka tampak layaknya sahabat padahal sebenarnya merekalah musuh sejati!Mereka itulah orang-orang munafik yang di laknat oleh ALLAH TA'ALLA.
    Sesungguhnya orang-orang munafik adalah salah satu penghuni neraka yang kekal di dalamnya.Bahkan merekalah yang akan menempati dasar neraka dan menjadi keraknya,persis sebagaimana ALLAH TA'ALLA gambarkan dalam surah An-Nisa:145.Benar-benar mengerikan hukuman yang telah ALLAH siapkan bagi orang munafik.
    Akan tetapi,tahukah kita kenapa ALLAH TA'ALLA memberi hukuman semisal di atas?Maka dari pada itu pada edisi kali ini Insya Allah kita akan mengetahui bahaya sifat munafik agar kita menjauhi dan berhati-hati terhadap pelakunya.Allahul Muwaffiq
Definisi Munafik
Saudaraku,sebelum kita mengetahui kebobrokan yang di timbulkan akibat munafik(nifaq)terlebih dahulu kita mengetahui apa itu nifaq itu sendiri.Saudara pembaca yang di rahmati oleh ALLAH,kemunafikkan atau nifaq di ambil dari kata nafiqa al-yarbu(lubang persembunyian sejenis tikus)jika hewan ini di sergap dengan salah satu lubang maka ia akan keluar lewat lubang yang lain dan kondisi ini sama dengan orang munafik yang masuk agaman dari satu pintu,bersama dengan itu ia keluar dari agama melalui lubang yang lain.
     Sedangkan dalam istilah kemunafikkan ialah menampakkan keimanan kepada ALLAH AZZA WAJJALA,para malaikat,para nabi,kitab-kitab dan hari akhir,namun menyembunyikan keyakinan yang bertolak belakan dari hal itu semua.
Yaitu ia mengaku pada khalayak bahwa ia adalah seorang muslim atau menampakkan ibadah shalat,puasa dll tetapi hatinya wal 'iyadzu billah tidaklah beriman kapada keesaan ALLAH TA'ALLA.Semisal membenci Rasulullah saulullahi allahi wassalam atau tidak percaya terhadap kitab samawi(di wahyukan ALLAH)tidak mempercayai malaikat,tidak percaya kepada para nabi,hari berbangkit dll,menyakini agama Nasrani sama baiknya dengan islam atau bahkan lebih baik juga semisal perkataan orang yang mengatakan hukum islam sudah tidak lagi relevan dengan zaman(1)
Klasifikasi Kemunafikkan Dan Hukumnya
    Saudaraku,sebagaimana kekafiran telah di bagi menjadi besar dan kecil,sesungguhnya para ulama juga membaginya dalam dua macam.
Pertama.Kemunafikkan yang dapat menyebabkan kekafiran pelakunya dan menjadi penghuni neraka selama-lamanya.Itulah yang di sebut nifaq akbar(kemunafikkan yang besar).
Kedua.adalah kemunafikkan yang kadang-kadang dilakukan oleh sebagian kita kaum muslimin yang tidak sampai mengeluarkan kita dari islam akan tetapi tercatat sebagai dosa.Dan nifaq ini disebut sebagai nifaq ashghar(kemunfikkan kecil).Oleh \karnanya,tidak boleh menghukumi orang dengan kemunafikan hanya karna kita telah melihat  salah satu ciri orang munafik pada dirinya,
Bahaya Kemunafikkan
    Saudaraku,ketahuilah bahwa kemunafikkan adalah perkara yang membinasakan.Perhatikan beberapa point tentang bahaya nifaq berikut:
 1.Menipu ALLAH TA'ALLA dengan menampakkan kebaikan tetapi menyembunyikan keyakinan yang jahat dalam hati,dengan anggapan bahwa ALLAH tidak mengetahui apa yang mereka kerjakan
2.Salah satu pembatal keislaman bila ia adalah nifaq murni(nifaq akbar)dan akan merusak kesempurnaan tauhid bila ia adalah nifaq kecil
3.Menjadi penghunio dasar neraka selama-lamanya sebagaimana telah tergambar jelas dalam surah An-Nisa:145
4.Munafik lebih berbahaya dari pada orang kafir yang nonmunafik,lantaran ia menampakkan kebaikan di antara orang muslimin namun hati mereka menyimpan rasa permusuhan yang bisa saja di tampakkan sewaktu-waktu tepat tanpa di sadari oleh kaum muslimin.Ibaratnya mereka dengan kaum muslimin adalah musuh dalam selimut.Oleh karnanya,ALLAH TA'ALLA menyebutkan bahaya mereka di saat ALLAH menerangkan  tiga golongan dengan sifat masing-masing dalam surah Al-Baqarah:kaum muslimin sebanyak 4 ayat,orang kafir nonmunafik 2 ayat,sedangkan orang munafik di jelaskan sebanyak 7 ayat,agar hambanya sadar akan bahaya sifat munafik ini(2)
Contoh Nifaq Yang Mengkafirkan Pelakunya
   Pembaca yang dirahmati ALLAH,perbuatan nifaq yang dapat menghantarkan ke pada jurang kekafiran telah di jelaskan oleh para ulama baik yang terdahulu msupun yang sekarang agar kita dapat menjauhinya.Dalam buku yang berjudul nawaqidhul Iman al-I'tiqadiyyah wa Dhawabith at-Thakfir 'Inda as-salaf(3),Dr.Muhammad bin Abdillah bin Ali-alWuhaibi hafizhatullah telah mengumpulkan dari keterangan para ulama terhadap ayat serta hadits tentang macam-macam perbuatan nifaq yang dapat mengkafirkan pelakunya sebanyak sembilan macam:
1.Mendustakan Nabi saulullahu allahi wassalam atau sebagian dari syari'at/risalah yang di bawa oleh beliau.
2.Membenci Nabi saulullahu allahi wassalam atau sebagian dari syari'at/risalah yang dibawa oleh beliau
3.Benci apabila melihat kejayaan dan kemenangan agama Nabi saulullahu allahi wassalam atau merasa bahagia bila melihat agama beliau terpuruk
4.Berkeyakinan untuk tidak wajibnya  membenarkan kabar yang di sampaikan oleh Baginda Rasulullah saulullahu allahi wassalam
5.Berkeyakinan untuk tidak mentaati perintah beliau,dengan mengatakan semisal"Sesungguhnya tidak apa-apa berbeda agama asalkan yang di ibadahi adalah satu,"atau"kebahagiaan dapat di peroleh dengan mengikuti jalan Nabi saulullahu allahi wassalam atau dengan jalan falsafah(fisafat),Yahudi,Nasrani atau yang lainnya.
6.Menghina atau mencemooh Baginda Rasulullah saulullahu allahi wassalam
7.Membantu kaum kafir untuk mengalahkan kaum muslimin
8.Menghina kaum muslimin karna ketaatan mereka kepada ALLAH AZZA WAJALA (dalam hal yang menyangkut urusan agama)
9.Berpaling dari hukum-hukum ALLAH TA'ALLA dan Rasulullah saulullahu allahi wassalam
Nifaq ashghar(kecil)
   Telah kita singgung bahwa nifaq ashghar dapat terjadi pada diri seorang mukmin.Ia tidak mengeluarkan pelakunya dari islam,tetapi di catat sebagai dosa atau maksiat.Dan asal dari nifaq ashghar ini menurut dari sabda Nabi saulullahu allahi wassalam dan pemahaman dari para sahabat radiallahu anhum adalah berbedanya keadaan yang tampak dengan apa yang ada dalam hati,inilah yang di takutkan oleh para sahabat radiallahu anhum.Hadits yang menjadi pokok bersumber dari sahabat Abu Hurairah radiallahu anhu dan Abdullah bin Amri bin Ash radiallahu anhu,dalam shahih al-Bukhari(4)"Empat hal yang apabila terkumpul empat hal tersebut pada dirinya berarti ia akan menyamai orang munafik,dan barang siapa yang terdapat sebagian dari empat itu dalam dirinya berarti telah terdapat sifat dari  sifat-sifat orang munafik hingga ia meninggalkanya:
1.Bila ia di percaya maka ia mengkhianatinya
2.Bila ia berbicara maka ia berdusta
3.Bila berjanji ia mengingkari
4.Bila bersengketa maka ia berbuat curang."
     Perhatikan juga apa yang menimpa sahabat Hanzhalah radiallahu anhu yang mengeluhkan kurangnya keimanan bila ia telah bersama keluarga dan jauh dari dari Rasulullah saulallahu allahi wassalam,hingga Hanzhalah radiallahu anhu menganggapnya sebagai sebuah kemunafikan.
Hanzhalah mengadukan hal tersebut kepada Baginda Rasulullah saulallahu allahi wassalam tetapi beliau saulallahu allahi wassalam menganggapnya sebagai hal yang manusiawi.Sebab,jikalau keimanan kita tetap niscaya akan menyamai derajat malaikat(5).Kemudian hal terakhir yang harus di perhatikan bahwa walau nifaq ini di kategorikan dalam nifaq kecil,bukan berarti kita boleh meremehkanya,karna bisa saja bila kita meremehkan nifaq ini kita bisa terseret kedalam nifaq akbar(6)
Bermuamalah Dengan Orang Munafik
       Dalam hal ini Nabi saulallahu allahi wassalam memberi teladan bagi kita mengenai muamalah dengan orang munafik.Yaitu muamalah Beliau dengan Abdullah bin Ubay bin Salul(tokoh munafik madinah)dan kawan-kawanyan,tatkala sahabat Umar radiallahu anhu resah melihat sepak terjang kaum munafik yang meresahkan kaum muslimin di kota Madinah.Maka beliau meminta izin Rasulullah saulaallahu allahi wassalam untuk membunuh tokoh mereka.Akan tetapi,Rasulullahu saulullahu allahi wassalam tidak menzinkannya dan memilih untuk bermuamalah dengan orang munafik sebagaimana selayaknya kaum muslimin dengan kaum muslimin lainnya,namun dengan selalu waspada dengan perbuatan mereka.Demikian juga ketika Baginda Rasulullah bermuamalah dengan orang nunafik yang tidak ikut Perang Tabuk,beliau menerima alasan dusta mereka dan menyerahkan urusan batin mereka kepada ALLAH TA'ALLA.Berbeda tatkala Beliau Rasulullah menyikapi  sahabat Ka'ab bin Malik radiallahu anhu yang tidak turut serta dalam peperangan,beliau menerapkan boikot hingga di turunkanya ayat yang menjelaskan taubat Ka'ab bin Malik radiallahu anhu.Maka dari sinilah dapat kita ambil kesimpulan bahwa bermuamalah dengan oirang munafik kita hukumi tampaknya saja.Dengan kita  menyerahkan urusan batin mereka kepada ALLAH TA'ALLA.Wallahu a\A'lam
Penutup
    Semoga ALLAH TA'ALLA senantiasa  melindungi kita dari makar kaum munafik dan menjauhkan kita dari sifat yang hina ini layaknya menjauhkan antara timur dan barat.Allahul Muwaffiq ila aqwamith thariq.


















Referensi:
Buletin Al-furqon th.6 vol.1.no.1 jumadil awal 1432H

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar